Ilustrasi. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BNPB memastikan sebanyak 15 warga mengalami luka-luka dan sekitar 100 warga dievakuasi akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan data tersebut berdasarkan laporan sementara hingga Kamis (9/4/2026) pukul 11.00 siang, atas dampak gempa di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur.
BACA JUGA:
- Pemprov Jatim dan BNPB Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau
- Apresiasi Kinerja BNPB di Bulan Puasa, Senator Lia Istifhama Dorong Percepatan Revisi UU Kebencanaan
- BNPB Intensif Pantau 4 Gunung Berstatus Siaga Level III
- BNPB Imbau Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 29 Januari 2026
“Sebanyak lima orang warga mengalami luka berat dan 10 orang warga luka ringan, sedangkan total populasi terdampak sebanyak 100 kepala keluarga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tim gabungan, termasuk BPBD Flores Timur, telah berada di lokasi untuk penanganan darurat berupa pendataan, pemantauan dampak gempa, pendirian tenda pengungsian, serta penyaluran bantuan. BNPB memastikan pendampingan agar penanganan berjalan cepat dan tepat.
Abdul mengimbau masyarakat tetap tenang, mencari tempat terbuka jika gempa kembali terjadi, serta mengikuti arahan resmi petugas.
Sebelumnya, BMKG melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 4,7 terjadi Rabu (8/4/2026) dini hari, berpusat di darat pada kedalaman 5 km, sekitar 21 km tenggara Larantuka. Guncangan dirasakan warga selama 2-4 detik.
BMKG mencatat hingga Kamis pagi pukul 06.40 WITA terdapat 48 gempa susulan yang masih dirasakan warga di pesisir Pulau Adonara. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




