SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan menyusul prediksi musim kemarau panjang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, koordinasi lintas instansi telah dilakukan guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, baik banjir maupun kekeringan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan Bansos Rp1,819 Miliar untuk Masyarakat Kota Kediri
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
“Kita bersyukur Kepala BNPB hadir langsung bersama tim, BMKG Kelas I Juanda dan Basarnas Jawa Timur. Hari ini masih ada banjir, namun mulai April sudah ada potensi kekeringan,” ujar Khofifah usai rakor mitigasi bencana hidrometeorologi di Surabaya, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di Jawa Timur seperti Tuban telah mulai mengalami fase awal kekeringan.
Kondisi ini diperkirakan meningkat pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.
Menurut Khofifah, situasi tersebut menjadi perhatian serius mengingat Jawa Timur merupakan lumbung pangan nasional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




