Zaenal Arifin
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Semakin banyak investor asing yang melirik kekayaan alam Indonesia. Mereka pun berlomba-lomba berinvestasi dengan mendirikan industri di berbagai sektor, salah satunya tambang.
Kabarnya, saat ini Perancis dan Arab Saudi tertarik menancapkan investasinya untuk mendirikan pabrik Smelter di Indonesia. Mereka melirik banyaknya kandungan tambang emas di bumi Indonesia.
BACA JUGA:
- Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas
- OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Guna Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor
- Peran Doktor Ekonomi dalam Merumuskan Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
- Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi LPG dan BBM Meningkat
"Setahu kami dua negara itu getol bisa masuk ke Indonesia untuk mendirikan pabrik Smelter," kata Ketua Serikat Pekerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SP FSPMI) PT. Smelting, Zaenal Arifin, kemarin.
Menurut dia, perusahaan raksasa tersebut melirik beberapa tambang emas yang berada di luar Papua. Lokasi tambang emas yang dilirik di antaranya, di Kabupaten Banyuwangi, Bengkulu, Bali, Wonogiri Jawa Tengah, Jawa Barat, Martabe Sumut dan lainnya.
"Potensi kandungan emas di bumi Indonesia yang melimpah ruah ini membuat investor asing berlomba-lomba bisa masuk ke Indonesia seperti Perancis dan Arab Saudi," terang Zaenal.
Karena itu, ia meminta masyarakat Indonesia tidak risau walaupun PT. Freepot nantinya tidak menyetujui perpanjangan kontrak kerjasama dengan Indonesia untuk pengeloaan tambang emas di bumi Papua.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




