Wakil Presiden RI Jusuf Kalla didampingi? Gubernur Jatim Soekarwo dan para pejabat teras dari Pemprov Jatim dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Ia mencontohkan upaya warga Surabaya yang memanfaatkan limbah sampah botol plastik sebagai kostum yang kreatif sebagai upaya daur ulang.
"Saya tadi dijemput gadis-gadis cantik manis dengan pakaian seragam botol-botol plastik. Walaupun sulit dipakai sehari-hari, tapi bolehlah untuk menari-menari. Itu bagian cara kita berkawan dengan sampah," ungkap JK.
"Tapi bisa menjadi kawan jika dikelola. Berkawan berarti tidak membawa ke tempat tidur, tapi mengaturnya dengan baik sampah itu. Itu cara yang baik, bukan dengan melawannya karena kita yang membuatnya," tambahnya.
Demikian pula sampah rumah tangga yang dihasilkan dari rumah tangga. Sehingga sekarang ini banyak bermunculan bank-bank sampah yang dikelola ibu-ibu itu dinilai JK sebagai upaya menjadikan sampah menjadi kawan.
"Ibu-ibu tadi paling banyak bikin bank sampah. Mungkin karena sadar, sampah rumah tangga bagian dari rumah tangga. Bukan melawannya, tapi mengatasinya," puji JK.
JK mengharapkan kepada seluruh masyarakat untuk berjuang bersama mengatasi sampah yang jika tidak dikelola akan menjadi membahayakan.
"Jangan menggantungkan diri ke ibu wali kota dan pasukan kuning. Semua harus bertanggungjawab," tegas JK. (yul/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




