"Yang salati nanti ibu-ibu saja ya. Mau enggak? Kalau mau, saya enggak takut," ujar Djan Faridz, kepada peserta selawat yang kebanyakan kaum ibu.
Djan menuturkan jika ingin menjadi pemimpin, maka jangan menggunakan cara tidak terpuji, seperti fitnah. Ia mengibaratkan, menggaet suara warga Jakarta seperti merayu wanita cantik. Sehingga, ia meminta jangan merayu wanita dengan memberikan informasi yang sesat.
"Masa mau merebut pacar orang pakai fitnah? Enggak benar itu. Ngaco. Nih Djan Faridz ikhlas mati enggak disalati," ujarnya.
Djan Faridz mengajak seluruh warga Jakarta untuk berani memilih calon sesuai dengan hati nurani, meskipun diimpit berbagai ancaman. Ia meminta jangan sampai perbedaan paham justru memecah belah warga Jakarta, seperti yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah. "Jakarta jangan sampai kayak begitu," ujarnya.










