Pelabuhan Tanglok tempat pedagang berjualan pasir.
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Pedagang pasir yang berada di pelabuhan Tanglok, Kelurahan Banyuayar, Sampang, protes kepada Dishub karena merasa terganggu atas aktivitas Proyek Pelabuhan Tanglok, kemarin.
Padahal lahan ini tempat penimbunan ribuan kubik pasir yang dibawa melalui kapal motor milik nelayan Probolinggo.
BACA JUGA:
- Dishub Sampang Siap Fasilitasi Warga yang Ingin Ikut Mudik Gratis Pemprov Jatim
- Operasi Gabungan di Kawasan Wisata, Satlantas Polres Sampang Tindak 115 Kendaraan Melanggar
- Nama Wabup Sampang Diduga Masuk dalam Pengelolaan Tambang Ilegal di Desa Buker
- Satpol PP Sampang Mandul, Tak Berani Tindak 25 Tambang Ilegal
H Saprai, pedagang pasir, telah menyewa lahan pelabuhan Tanglok kepada Dishub sejak puluhan tahun lalu. Parahnya, pelaksanaan pembangunan proyek pelebaran pelabuhan Tanglok tidak ada sosialisasi kepada warga sekitar pelabuhan.
“Kami tidak menghalangi proyek pelebaran pengembangan pelabuhan. Tapi tolong warga dan pedagang pasir ini dihargai. Karena selama ini tidak ada sosialisasi dalam bentuk apapun sehingga kami merasa tidak diorangkan oleh Pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan,” ungkap H. Sapraji dengan nada kesal.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang Drs Moh Zuhri meminta maaf kepada para pedagang pasir lantaran persoalan di lokasi pembangunan pengembangan pelabuhan proyek Tanglok. Dia berjanji akan segera mengatasi konflik tersebut. Terutama akan menindaklanjuti kepada pelaksana proyek untuk memberikan hak lahan pedagang pasir.
“Kami akan membuat surat dan menindaklanjuti masalah ini agar antara pedagang pasir dan pelaksaan proyek tetap berjalan,” pungkasnya.(hri/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




