Rekam Jejak Pemberitaan: Polarisasi Kekuatan Mengerucut Pada Gus Ipul dan Khofifah

Riset IPOL dilakukan dalam kurun waktu 3 bulan, dengan metode penjaringan data di sosmed, maupun di media massa menggunakan teknologi (AI) Artificial Intelligent. Hasilnya, dalam minggu terakhir tone pemberitaan mengarah pada poros baru.

Siapa kandidat yang berpotensi dalam pembentukan poros baru? Berdasarkan data ekspos media dalam kurun waktu 3 bulan, IPOL mencatat ada 16.729 pemberitaan yang memuculkan ada nama-nama yang berpotensi untuk membuat poros baru seperti La Nyalla, Emil Dardak, Nurwiyatno, Ipong, Masfuk, Suyoto, AHY, Rendra.

“Di luar nama itu, memang ada nama Kusnadi, Budi Sulistiyono yang cukup kuat, namun keduanya dipastikan tidak akan maju karena rekomendasi PDIP sudah turun ke Saifullah – Azwar Anas,” ujarnya.

Bagaimana peluang Demokrat? Tren Partai yang di ketuai SBY ini masih dinamis. Sejumlah pemberitaan masih menempatkan Demokrat sebagai pendulum politik. Hal ini terlihat dari statement petinggi demokrat yang menyebut kader pendamping khofifah harus ber-KTA Demokrat. Bahkan Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo juga menegaskan meski partainya nanti menjadi pengusung terbesar bagi Khofifah, Gubernur Jatim ini tak akan menjadi jurkam.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: