AKBP. dr. Dody Eko Wijayanto
Dalam waktu, dekat jajarannya juga berencana membuat sebuah film layar lebar mengulas peran Jassin dalam perjuangan kemerdekaan. "Jangka panjangnya seminar lokal, jangka panjangnya nasional. Saya juga menulis sebuah buku Pak Jassin sang proklamator Polri, sang pahlawan yang terlupakan," pungkas dia.
Sementara Prof. Dr. Aminudin Kasdi sepakat jika hari lahir Polri adalah 21 Agustus. Untuk itu pihaknya juga mendorong agar hari lahir Polri diubah tepat pada tanggal tersebut.
"Kita semua kan tahu tanggal 21 Agustus pada saat itu Pak Jassin berhasil mengambil alih markas polisi istimewa dan diproklamirkan menjadi Polri. Di situ ada keberanian tanpa diinstruksi tanpa diperintah untuk mengamankan keberadaan Republik Indonesia sehingga ini patut diapresiasi," ucap Aminudin.
"Wacana tersebut telah melalui penelitian yang dilakukan MSI kemudian ada tanggapan dari Polda. Kalau pada 1 Juli, saat itu merupakan hari di mana Polri berada di bawah perdana menteri, jadi kurang sesuai jika hari lahir Polri diperingati tanggal 1 Juli," paparnya.
Hari lahir suatu organisasi bisa saja diubah. Aminudin mencontohkan hal serupa juga pernah terjadi terkait hari lahir Surabaya. "Seperti hari jadi kota Surabaya, mulanya kan tanggal 6 April tahun 1105. Tapi ini kurang nasionalis, yang nasionalis tanggal 31 Mei tahun 1293," imbuh dia.
Di awal seminar ada hal tak biasa terjadi saat dinyanyikan lagi Indonesia raya. Panitia sengaja memutar lagu nasional ciptaan WR. Supratman tersebut dalam versi lengkap. (ana/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




