
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Meski honor Petugas Pemilih tingkat Desa (PPS) relatif kecil, tapi ini tugas mulia. Karena dalam mengantarkan calon pemimpin, PPS diminta tetap bekerja keras dan jaga integritas.
Peryataan itu disampaikan oleh Komisioner KPU Jawa Timur Khoirul Anam, dalam pelantikan 1.422 anggota PPS di GOR Pemuda Lamongan, Kamis (23/11)
Dikatakannya, tugas dan tanggung jawab PPS di tingkat desa juga tidak boleh dipandang remeh, karena harus langsung bersentuhan dengan pemilih yang notabene mereka bagian dari pendukung sukses dan tidaknya pesta demokrasi untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada Juni 2018 mendatang.
Karena beratnya tugas tersebut, lanjut Khoirul Anam, petugas PPS diminta untuk serius dalam melaksanakan amanatnya ini. Apalagi petugas PPS ini sebelumnya sudah disumpah dunia akherat untuk menjalankan proses demokrasi.
"Fokus, jangan double job, yang jadi tim sukses supaya untuk dilepas, karena anda semua dilantik dan disumpah dunia akhirat. Petugas pemilu harus independen, lepaskan status sosial yang kini masih melekat," pinta Komisioner KPU Jawa Timur ini.
Ia juga mengimbau kepada anggota PPS yang masih merangkap sebagai pengurus ormas hingga pengurus RT, supaya dilepas. "Agar petugas benar-benar independen tidak melekat dengan sosial yang disandangnya. Saya tunggu sampai Januari mendatang. Kalau masih ada yang belum mundur, nanti saya rekomendasikan untuk dipecat," tegasnya.
Terakhir dalam amanatnya, Khoirul Anam mewanti-wanti petugas penyelenggara pemilu untuk bertugas dengan penuh tanggung jawab. Agar dalam pemilu mendatang bisa mengantarkan pemimpin yang profesionalitas, integritas, dan akuntabilitas.
Sementara itu, Bupati Lamongan H Fadeli dalam amanat sambutanya meminta petugas PPS yang baru dilantik, untuk segera menyiapkan dan melaksanakan tahapan-tahapan pemilu dengan baik. "PPS harus bekerja keras bekerja cerdas dan tanggung jawab," pesan bupati. (qom/rev)