PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Guna mendukung kesinambungan peternakan sapi potong di wilayah Kabupaten Pasuruan, Pemkab setempat terus melakukan berbagai terobosan dan inovasi. Terobosan tersebut salah satunya dilakukan melalui transfer teknologi produksi sapi melalui sekolah lapang, juga inovasi produksi.
Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan memberikan sekolah lapang agribisnis sapi potong kepada para peternak dengan manggandeng Lembaga Penelitian Sapi Potong, yaitu Loka Penelitian Sapi Potong (LolitSapo) Grati.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
"Kita undang ratusan peserta dari beberapa kecamatan, utamanya yang memiliki potensi ternak sapi potong. Kegiatan yang diberikan meliputi metode PRA (Partisipatory Rural Apraisal)," jelas Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, Irianto.
PRA adalah pemberian ransum secara rasional. Untuk sapi pembibitan sendiri dilakukan pemberian pakan tambahan strategis (surge feeding post partum).
Diharapkan dengan kegiatan ini pengetahuan peternak sapi potong di wilayah Kabupaten Pasuruan dapat meningkat dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




