Bupati Pasuruan didampingi wakilnya saat memberi sambutan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Pasuruan mencatatkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran sepanjang 2025, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asriri atau yang akrab disapa Gus Shobih, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi semua pihak.
“Capaian ini bukan kerja individu, melainkan hasil kolaborasi semua pihak. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ditekankan pula komitmen terhadap tata kelola pemerintahan bersih dan akuntabel, serta keterbukaan terhadap kritik dari masyarakat dan mahasiswa. Ia berjanji memperkuat pelayanan publik dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo (Mas Rusdi) turut mendorong modernisasi layanan publik melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pemkab Pasuruan resmi mengimplementasikan aplikasi SiMata dari BKN untuk pengelolaan talenta ASN secara objektif, termasuk transparansi insentif dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Digitalisasi juga diperluas hingga desa melalui pembentukan Desa Digital dengan Anjungan Layanan Mandiri (ALM) serta penerapan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE). Program ini memangkas biaya operasional desa dan meningkatkan efektivitas kerja perangkat desa serta BPD.
Integrasi data kependudukan dan kemiskinan melibatkan RT/RW untuk validasi bantuan sosial dan penanganan stunting.
“Sistem elektronik bukan untuk mempersulit, tapi untuk mempermudah hidup aparatur kita. Dengan SPBE, kerja jadi lebih cepat, transparan, dan kesejahteraan mereka bisa kita ukur secara adil,” kata Mas Rusdi.
Selain itu, program unggulan Sapa Warga menjadi saluran komunikasi langsung antara kepala daerah dan masyarakat. Melalui forum tatap muka maupun platform digital, warga dapat menyampaikan keluhan terkait jalan, kesehatan, hingga pupuk. Program ini juga terintegrasi dengan upaya penurunan stunting dan validasi data kemiskinan secara real-time.
“Saya ingin memastikan tidak ada jarak antara bupati dan warga. Masalah di tingkat bawah harus segera mendapat solusi saat itu juga,” tuturnya. (adv/afa/mar)















