Yang menarik, Forbes menganalisis bahwa melonjaknya kekayaan mereka juga karena faktor harga saham yang naik dan program tax amnesty. Program ini membuat orang-orang kaya mendeklarasikan hartanya yang dulu tersembunyi.
Yang menarik, Nadiem Makarim, 33 tahun, yang mendirikan Go-Jek pada 2010 masuk dalam daftar orang terkaya Indonesia . Ia mengembangkan bisnis transportasi ojek tradisional menjadi layanan berbasis aplikasi melalui telepon pintar.
Pada Agustus 2016, perusahaannya mendapat pembiayaan US$ 550 juta dari investor dengan valuasi senilai US$ 1,3 miliar. Aplikasi Go-Jek digunakan di 50 kota. Aplikasi pendukung ini sedang dalam tahap memperoleh pendanaan sebesar US$ 1,2 miliar dari perusahaan raksasa Cina dengan total nilai US$ 3 miliar.
Nadiem Makarim mengantongi gelar MBA dari Harvard University sebelum merintis Go-Jek. Ia pernah bekerja di firma konsultan McKinsey.










