Kamis, 13 Agustus 2020 09:39

Bupati Fadeli Lirik Kampung Durian di Desa Sugihan untuk Dijadikan Agrowisata

Selasa, 09 Januari 2018 19:13 WIB
Wartawan: Nurqomar Hadi
Bupati Fadeli Lirik Kampung Durian di Desa Sugihan untuk Dijadikan Agrowisata
Bupati Fadeli saat melihat langsung budidaya durian di Desa Sugihan Solokuro Lamongan.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Banyak yang tidak percaya buah durian bisa dibudidayakan di Lamongan yang panas. Bahkan lebih banyak lagi yang memberi stempel hoax, karena rajanya buah ini biasanya hanya bisa ditemui di daerah yang sejuk.

Beberapa hari ini Lamongan memang sedang heboh dengan beredarnya sejumlah swafoto dengan buah durian berukuran super besar yang diberi caption lokasi di Desa Sugihan Kecamatan Solokuro.

Buah durian jenis montong itu rupanya berada di lahan seluas setengah hektare milik Zumiyah, warga Desa Sugihan Kecamatan Solokuro. Beratnya diperkirakan bisa lebih dari 8 kilogram.

Bupati Lamongan Fadeli bersama sejumah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuktikan sendiri, Lamongan rupanya memiliki potensi luar biasa untuk agrowisata durian, Selasa (9/1).

Fadeli merasakan sendiri lezatnya Durian Montong Sugihan. Menurut dia, dagingnya tebal, bijinya kecil sekali, dan rasanya sangat lezat. Tidak sekedar icip-icip, Bupati Fadeli juga membeli Durian Montong Sugihan milik Zumaiyah.

“Ini diterima dengan ikhlas, semoga barokah,“ ujarnya sambil menyodorkan uang Rp 2 juta kepada Zumaiyah.

Bupati Fadeli meyakini Buah Durian Montong Sugihan sangat prospektif untuk dikembangkan. “Ini nyata dan prospektif, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan harus bisa menjadikan ini sebagai destinasi wisata agro,“ katanya kepada Chairil Anwar.

Dia juga meminta akses jalan menuju kawasan perkebunan durian agar ditata. Kemudian dibangunkan semacam gazebo, sehingga pengunjung Kampung Durian Sugihan bisa menikmati legitnya Durian Sugihan langsung di kebunnya dengan nyaman.

Selain di lahan milik Zumiyah, durian ini rupanya juga ditumbuhkan warga Sugihan di setiap pekarangan, dan semuanya saat ini sedang berbuah. Zumiyah sendiri awalnya mulai membudidayakan durian dari mencoba-coba. Karena tanaman sebelumnya, jeruk, maupun sawo gagal panen karena terkena penyakit.

Bibit durian montong ini mulai ditanamnya lima tahun lalu. Dia mendatangkannya dari Majalangka, Jawa Barat. Kini di kebun miliknya ada 50 batang durian itu yang dipenuhi dengan buah durian dengan berbagai ukuran.

Akibat swa foto yang viral, buah durian yang belum matangpun sudah dipesan pembeli. “Iya, Saya tidak perlu menjualnya ke pasar. Pembelinya datang sendiri kesini, yang tidak kebagian malah sudah pesan,“ ujarnya.

Buah durian di kebunnya dijual 50 ribu per kilogram. Di setiap pohon rata-rata bisa berbuah 30 durian dengan berat rata-rata 3 kilogram per buahnya, dan selama setahun bisa panen hingga dua kali.

Rizal, salah satu pembeli yang jauh-jauh datang dari Kota Lamongan untuk merasakan Durian Montong Sugihan mengakui kelezatannya. “Kemarin baru saja beli montong di supermarket seharga Rp 45 ribu per kilogram. Tapi rasanya tidak selezat Durian Montong Sugihan,“ katanya. (qom/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...