Tanya-Jawab Islam: MTA Hukumi Baca Yasin Bersama-sama Bidah, Bagaimana Hukum Sebenarnya?

MTA (Majelis Tafsir Alquran) adalah sebuah kelompok yang mengajak pada kajian-kajian Islam agar dikembalikan semua hukumnya kepada Alquran. Dan kelompok ini berpusat di Surakarta. Maka, melihat dasar kelompok atau organisasi ini dapat dikatakan baik, sebab mengajak untuk mengkaji dan mendalami Islam. Islam mengajarkan untuk menilai kegiatannya bukan orang atau kelompoknya, jadi jika ditanya bagaimana MTA maka itu baik sebab mengajak kepada ngaji dan kajian Islam.

Namun, jika isi dan kajian itu bertentangan dengan hukum Islam, maka yang ditentang adalah isi dan kajian tersebut saja. Sebab, di dalam MTA tentunya hukum dan penjelasan yang benar dan sesuai dengan hukum Islam dan penjelasan jumhur ulama juga banyak yang benar, dan itu juga harus diapresiasi baik. Namun, jika beberapa poin itu tidak benar, maka harus kita katakan tidak benar.

Seperti anggapan (semoga ini tidak benar) bahwa MTA meyakini tidak ada ‘syafa’at di akhirat itu, bagi yang mempercayainya itu ada maka dia sesat’. Jika hal ini benar dari MTA, maka dalam hal ini MTA salah, sebab dalil dalil tentang syafa’at di akhirat itu ada dan banyak.

Kalaupun toh tidak sepakat, maka tidak boleh juga mengatakan sesat, sebab itu sudah ke arah fanatik berpendapat dan golongan. Dalam konteks ini, sikap ijtihadnya yang kita nilai salah, bukan kelompoknya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: