Bupati Fadeli saat pencanangan imunisasi difteri massal.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Meski hanya ada satu warga yang positif difteri, pemerintah pusat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri untuk Lamongan. Penetapan itu disambut Pemkab Lamongan dengan mencanangkan imunisasi difteri massal untuk semua warganya yang berusia 0-19 tahun.
Bupati Fadeli saat sosialiasasi dan pencanangan Oubreak Response Immunization (ORI) dalam rangka penanganan KLB Difteri di Pendopo Lokatantra, Rabu (7/2), menekankan pentingnya sosialiasi agar masyarakat mau diimunisasi.
Karena itu dalam sosialisasi itu selain mengundang Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta camat, juga tokoh agama dan masyarakat. “Pemkab Lamongan akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memberikan kesadaran terhadap masyarakat akan pentingnya imunisasi,“ katanya.
Dia cukup optimis imunisasi difteri ini akan sukses menjangkau semua target warga, sebagaimana imunisasi campak dan rubella (MR). Tahun lalu, Lamongan mampu melebihi target yang ditetapkan.
Untuk imunisasi MR ini, dari target yang ditetapakan Kementerian Kesehatan sebanyak 247.233 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun, tercapai 269.997 anak atau hampir 110 persen.
“Selama ini masih ada masyarakat yang belum menyadari pentingnya imunisasi. Diharapkan melalui acara seperti ini nantinya baik dari pihak medis maupun kecamatan juga melakukan sosialisasi ke tingkat desa. Sehingga masyarakat sadar bahwa melalui imunisasi dapat memperkuat kekebalan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit,” ungkap Fadeli.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




