Pertandingan catur dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan Nasional ke-54 tahun 2018 berlangsung meriah.
"WBP di sini sudah tidak asing dengan olahraga catur. Beberapa WBP juga menggeluti kerajinan pembuatan bidak dan papan catur. Namun untuk pertandingan baru kali pertama diadakan di sini," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Percasi Tuban Raqil setiyo Hariyanto mengatakan, bakat catur tidak dapat dibatasi oleh tempat ataupun yang lainnya. Dimanapun kita bisa dapat melakukan permainan catur karena tidak membutuhkan biaya yang cukup mahal.
"Kami akan mendukung apalagi bakat minat yang dimiliki saudara-saudara kita yang ada di Lapas. Tidak menutup kemungkinan setelah keluar dari Lapas bisa menjadi seorang atlet catur," katanya.
Disisi lain, Ketua PWI Tuban Pipit Wibawanto mengatakan, akan terus mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan Lapas Tuban sesuai dengan bidangnya. Terutama dalam hal pemberitaan untuk dapat diteruskan ke masyarakat secara luas.
"Peran kami menjembatani masyarakat. Salah satunya, minat bakat olahraga catur untuk lebih memasyarakatkan," tutupnya.
Pada pertandingan catur diikuti sejumlah 34 WBP, pegawai Lapas, perwakilan wartawan Tuban, dan altet dari Percasi KONI Tuban. Jalannya lomba menggunakan Sistem Swiss atau lima kali pertandingan (game) antarpemain menggunakan waktu pikir (jeda) 40 menit untuk tiap pemain.(ahm/gun/rd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




