Kondisi jasad korban sebelum dievakuasi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas dialami Rasmadi (68) warga Desa Bunut, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Kakek yang kesehariannya mencari ikan tersebut tewas tersengat listrik di sebuah tambak milik Sucipto (33) warga Desa Widang, kecamatan setempat, Selasa (24/4).
"Koban tewas akibat tersengat aliran listrik dari genset untuk membunuh hama tikus," terang Kasubbag Humas Polres Tuban Iptu Agus Edy Pranoto.
BACA JUGA:
- PT SBI Salurkan 24 Hewan Kurban untuk Warga Tuban pada Iduladha 2026
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
Menurut Agus EP, kejadian tersebut bermula saat korban hendak mencari ikan dengan peralatan setrum listrik. Biasanya korban pulang dari menyetrum tiap malam hari. Namun pada saat itu korban tak kunjung pulang, sehingga anak dan menantu korban pergi mencarinya.
Setelah dilakukan pencarian, keduanya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di sebuah tambak milik warga setempat. Korban meninggal diduga tersengat aliran listrik yang digunakan untuk membutuh hama tikus.
Menemukan korban tewas, keduanya langsung melaporkan ke Polsek setempat untuk dilakukan pemeriksaan. Bersama tim medis Puskesmas Widang, petugas menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan evakuasi korban.
Hasil pemeriksaan, di sekitaran jasad korban ditemukan kawat sepanjang 20 meter yang teraliri listrik dari genset di pinggir tanggul tambak dan mengelilingi tanaman melon, dua batang pipa paralon ukuran ¼ dim sepanjang 20 centimeter, sebuat unit mesin genset merk TG 800 warna merah kapasitas 1.400 watt, serta seperangkat alat setrum ikan milik korban.
"Akibatnya korban mengalami luka bakar terbuka pada bagian pergelangan tangan kanan, luka bakar pada jari kelingking kiri, jari manis kiri dan jari tengah kiri," tandasnya.
"Jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan," tambahnya. (gun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




