Dianggap Bermasalah, Proyek Normalisasi Kali Anyar Dihentikan Warga

Tak hanya itu, saluran irigasi ikut tertimbun dan menyebabkan pengairan sawah terganggu sehingga para pemilik sawah dengan total luas lahan 30 hektare ini terancam gagal panen. "Tak hanya tanah, saluran irigasi juga ikut tertimbun sisa kerukan," imbuhnya.

Selain permasalahan tersebut, warga juga mempermasalahkan sisa kerukan tanah yang menyebabkan pendangkalan sungai. Pasalnya sisa kerukan itu menimbun lahan warga dan sebagian lagi justru dibawa keluar desa, bukan digunakan untuk memperbaiki jalan desa yang rusak akibat dilalui kendaraan berat setiap harinya.

Warga juga mengaku tak pernah mendapatkan sosialisasi soal kebijakan proyek itu. Aksi ini, tambahnya, akan dilakukan hingga ada titik temu maupun solusi dari pihak berkaitan. "Pokoknya solusi bagi kami harus jelas dulu, baru nanti bisa dilanjutkan," imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Kedungbunder Slamet Eko Priyanto membenarkan permasalahan penghentian proyek normalisasi sungai adalah karena material tanah normalisasi kali dibuang di lahan milik warga yang membuat lahan persawahan menjadi menyempit.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: