Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji foto bersama awak media usai cangkrukan.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kapolresta Sidoarjo dan jajaran bersama wartawan menggelar 'cangkrukan' dan dialog untuk memerangi hoax (berita bohong) yang bakal marak menjelang kampanye Pileg dan Pilpres.
"Masyarakat harus cerdas untuk membedakan berita hoax atau fakta, mana kritik atau ujaran kebencian semata. Jadi kita semua harus lebih cerdas lagi," terang Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji di depan wartawan cetak, televisi, maupun online, Jumat (21/9) malam.
BACA JUGA:
- Brio Diduga Masuk Jalur Lawan, Tabrakan Beruntun di Balongbendo Sidoarjo Tewaskan 2 Pemotor
- Bobol Rumah di Gedangan, Pria Asal Sukodono Ditangkap Resmob Polresta Sidoarjo
- Polresta Sidoarjo Ungkap 33 Kasus Narkotika Selama Mei 2026, Total BB Disita Hampir Rp45 Miliar
- Tinggal Sekamar Kos, Pria di Sidoarjo Setubuhi Anak Kandung Berusia 17 Tahun hingga Hamil
Kapolres menegaskan, berita hoax di berbagai media sosial dapat mengancam keutuhan bangsa. Karena itu, menurutnya diperlukan upaya untuk menangkal maraknya hoax yang marak di media sosial.
Sementara itu, Heri Susetyo, salah satu wartawan, berharap para awak media ikut menjaga agar pesta demokrasi rakyat Indonesia agar berjalan damai, tertib dan kondusif. Sehingga, hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat secara langsung.
"Awak media sebaiknya ikut menjaga konduktivitas jelang Pileg dan Pilpres 2019 serentak. Utamanya, mampu menangkal maraknya kabar-kabar atau berita hoax yang belakangan ini mulai bermunculan. Baik di medsos maupun media online yang tak bertanggung jawab," jlentreh wartawan senior Metro TV tersebut. (cat/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





