Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat menyampaikan pesan Hari Santri Nasional (HSN) di depan puluhan ribu santrinya di lapangan terbuka Kembangbelor Pacet Mojokerto Jawa Timur, Senin (22/10/2018). Foto: MMA/bangsaonline.com
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Dr KH Asep Saifuddin Chalim, pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur menggelar peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018 di lapangan terbuka Kembangbelor Pacet Mojokerto, Senin (22/10/2018). Sekitar 12.000 santri dan para kiai, ustad, dan ustadzah Pondok Pesantren Amanatul Ummah hadir pada acara yang digelar mulai jam 15.30 WIB itu.
Dalam acara upacara HSN 2018 itu Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simamata bertindak sebagai inspektur upacara. Saat upacara, para santri Amanatul Ummah yang berbaris tertib itu membentuk barisan melingkar saat upacara berlangsung. Namun usai upacara, puluhan ribu santri itu langsung lari melingkari pangggung saat Kiai Asep Saifuddin Chalim mau menyampaikan pesan-pesan HSN.
BACA JUGA:
- Pendiri NU dan Pejuang Kemerdekaan Banyak Wartawan dan Tokoh Pers
- Minta Santri Tak Minder, Kiai Asep pernah Drop Out Sekolah Kelas II SMA, Tapi Jadi Profesor
- Spektakuler! PP Amanatul Ummah Wisuda 565 Penghafal Quran, 128 Santri Hafal 30 Juz
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
Kiai Asep Saifuddin Chalim yang popular sebagai ulama miliarder tapi dermawan itu menyampaikan obsesi besarnya tentang santri-santri yang diasuhnya. Menurut dia, santri-santri Amanatul Ummah harus menjadi 4 profil tokoh besar baik di tingkat nasional maupun internasional. Yaitu menjadi ulama, pemimpin, konglomerat atau profesional yang bermanfaat bagi bangsa dan dunia. Sebab empat profil tokoh inilah yang selalu jadi tiang negara dan bangsa.
Kiai Asep Saifuddin Chalim juga mengatakan bahwa generasi penerus para kiai adalah para santri. “Oleh karena itu kami bersama Jaringan Kiai dan Santri Nasional (JKSN) menyelenggarakan upacara memperingati Hari Santri Nasional,” tegas Kiai Asep yang memiliki 9 putra-putri itu.
Ia juga menyampaikan pesan Bung Karno. “Bung Karno mengatakan bukan bangsa yang besar, bangsa yang tidak berterima kasih terhadap mereka telah yang memberikan kebaikan kepada kita,” tegasnya. Karena itu Kiai Asep mengajak para santri dan semua pihak untuk berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




