Asisten kepala sekolah di Sekolah Menengah Bartow menggagalkan rencana gadis-gadis ini. Rencananya, satu dari mereka akan mengajak calon korban ke toilet. Di toilet itu, sang korban akan digorok, dan darahnya ditaruh dalam gelas-gelas goblet, untuk selanjutnya diminum bersama-sama sebagai bagian dari penyembahan setan. Korban rencananya dipilih dari teman sekelas yang paling kecil dan lemah.
Saat polisi menggeledah di rumah-rumah murid itu, ditemukan sebuah peta gambar tangan, terkait tata letak sekolah, dengan pesan tulisan. “Ayo kita bunuh di kamar mandi.”
Pesan lain mengatakan: "Kami akan meninggalkan bagian tubuhnya di pintu masuk toilet, lalu kami akan bunuh diri."
Kepala Polisi Bartow Joe Hall meyakinkan orang tua, bahwa petugas akan melakukan semua yang mereka bisa untuk menjaga anak-anak mereka tetap aman.










