JAKARTA(BangsaOnline) Dua pimpinan industri pesawat terbang bersaing menjadi menteri transportasi untuk kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla mendatang. Mereka adalah CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan mantan Presiden Direktur Lion Air Rusdi Kirana.
BACA JUGA:
- Roy Suryo dan Rismon Sianipar Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Polisi Ungkap Dua Klaster
- KPK Dianggap Tak Masuk Akal, Mahfud MD: Jika Mau Selidiki Dugaan Mark up Whoosh Tak Perlu Laporan
- DPD PSI Gresik Klaim Sejumlah Kader Partai Siap Bergabung
- Wow! Jokowi Targetkan PSI Raih 30 Kursi DPR, Butuh Dana Rp 2,5 Triliun
Selain itu, muncul pula nama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan. Demikian hasil riset Institute for Transformation Studies (Intrans) yang dirilis di Jakarta, Rabu (24/9/2014) siang.
Direktur Intrans Saiful Haq menjelaskan, kapasitas Emirsyah Satar di bidang transportasi tidak perlu diragukan lagi. Prestasinya merombak Garuda menjadi industri pesawat berkualitas internasional layak menjadi pertimbangan.
"Dia bisa mengubah industri di Garuda Indonesia dalam waktu yang relatif singkat," ujar dia.
Namun, menurut Saiful, Rusdi Kirana lebih berpeluang. Pasalnya, Rusdi yang juga Wakil Ketua Umum PKB ini mempunyai kendaraan politik dan sudah dipromosikan pula oleh partainya.
"Selain memang perusahaan airbus-nya juga termasuk yang paling besar di dunia," tambah Saiful.
Ignasius Jonan, kata dia, juga layak dipertimbangkan. Di bawah kepemimpinannya, menurut Saiful, transportasi kereta api di Indonesia sudah mengalami banyak kemajuan.
Riset ini menggunakan beberapa tahap dan metode untuk menghasilkan nama calon menteri. Pertama, dilakukan riset terhadap nama-nama yang muncul di media dan polling. Setelah itu, dilakukan pendalaman kriteria dan analisis figur dengan focus group discussion (FGD) yang dilakukan para ahli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




