Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar (kiri).
Saat dikonfirmaswi terkait hal tersebut, Kasatlantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar mengakui bahwa kabar adanya pengurusan SIM kolektif itu sangat masif beredar di masyarakat.
"Kami sudah klarifikasi. Kami sampaikan lewat media sosial, website, dan kami juga sampaikan di berbagai kesempatan saat bertemu dengan masyarakat bahwa kabar itu hoaks. Tapi memang masih banyak yang belum tahu," ungkap Fahrian, Rabu (13/2).
Pihaknya pun terus mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan kabar yang beredar dan belum tentu kebenarannya. Dia berharap, masyarakat lebih teliti. "Contohnya yang tertulis tanggal 29 Februari. Kan tidak ada di kalender," tandas mantan Kasi STNK Subdit Regident Ditlantas Polda Jatim tersebut.
Kemudian tentang SIM tanpa tes, juga disebutnya tidak masuk akal. Belum lagi tentang tarif yang tertulis, juga jelas tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.
"Harusnya cek and ricek dulu saat dapat kabar. Kan sekarang proses verifikasi juga mudah, bisa dicari lewat media sosial resmi Polres, Polda, atau sebagainya. Atau bisa juga tanya langsung ke petugas," lanjut dia.
Selain itu, pihaknya juga berharap masyarakat tidak mudah nge-share berita atau kabar yang belum tentu benar. Agar tidak menjadi hal yang malah meresahkan.
Menurut Fahrian, kabar hoaks tentang pengurusan SIM Kolektif bukan hanya di Sidoarjo. Pihaknya mendapat informasi bahwa hal serupa juga beredar di berbagai daerah. Termasuk di Jawa Timur dan provinsi lain. (cat/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




