Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.
TAFSIR AKTUAL:
“Rabbukum a’lamu bimaa fii nufuusikum..” Ditandaskan, bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terdekat di hati kalian. Terma ini dilontarkan setelah Tuhan membicarakan soal berbakti kepada orang tua. Hal itu karena tidak semua anak berbakti kepadanya. Terhadap yang berbakti juga tidak semua ikhlas. Ada yang sungguhan dan totalitas, ada yang sekadarnya dan terpaksa. Biasanya yang terakhir begini ini ada tendensi tertentu, seperti mengincar warisan.
Kadang ada anak-anak yang habis ngeramut orang tua yang sedang sakit atau melayani orang tuanya, kemudian ngumpul bareng, lalu ngobrol ngerasani orang tuanya sebagai begini dan begini. Bercerita lucu tentang ibu atau bapaknya yang sudah pikun – umpama - boleh saja. Tapi jangan yang sifatnya merendahkan atau aib. Lagian harus tertutup dan hanya sebagai tukar cerita sesama saudara, bukan kesan mengeluh atau menampakkan kurang ikhlas. Tapi tetap yang terbaik adalah diam.










