Mohammad Mukhrojin saat presentasi dalam sidang terbuka program Doktor Ilmu Administrasi Publik Pasca Sarjana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. foto : istimewa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mohammad Mukhrojin pengasuh Pondok Pesantren Bismar Al Mustaqim Surabaya membuktikan kalau pengasuh pondok juga bisa meraih gelar akademik tinggi. Pemuda berusia 31 tahun itu adalah penyandang gelar Doktor.
Mukhrojin berhasil meraih gelar akademik tertinggi itu setelah berhasil mempertahankan disertasinya. Kader muda NU ini mempertahankan disertasi di hadapan Tim Penguji dalam sidang terbuka program Doktor Ilmu Administrasi Publik Pasca Sarjana Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), Jumat (3/5) lalu.
BACA JUGA:
- Pendaftaran Calon Pimpinan Baznas Jatim Periode 2026–2031 Dibuka, Catat Jadwal dan Syaratnya!
- Baznas Jatim Buka Seleksi Calon Pimpinan 2026-2031, Catat Jadwal dan Syaratnya
- Gelar Rakor UPZ, Baznas Jatim Targetkan Zakat Rp 7 Miliar di Ramadan 2026
- Baznas Jatim Lepas Bantuan Rp6,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
“Alhamdulillah, keberhasilan ini berkat dukungan keluarga dan doa anak-anak yatim yang menjadi santri saya. Insya Allah, gelar Doktor ini akan menambah semangat pengabdian saya kepada masyarakat,” tutur Mukhrojin kepada wartawan, Minggu (5/5).
Alumni Pondok Pesantren An Nur Sidoresmo, Surabaya ini mengangkat judul disertasi tentang “Implementasi Kebijakan Pengelolaan Zakat dalam Meningkatkan Peran dan Fungsi Kelembagaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Jawa Timur.
Dalam penelitianya, pria yang pernah menjadi Juara Pemuda Pelopor tingkat kota Surabaya ini menjelaskan pentingnya pengembangan model fungsi pengelolaan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan zakat oleh Baznas.
Disamping itu untuk mengoptimalisasikan pendistribusian zakat diperlukan model distribusi perputaran dana bersifat produktif sehingga mustahiq (penerima zakat) akan beralih menjadi Muzaki (pemberi zakat).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




