Dalam kunjungan tersebut, wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu dengan seksama mendengarkan kronologi cerita meninggalnya almarhum dari sang istri. Ia juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas apa yang menimpa almarhum Sukardji.
“Pripun (bagaimana) bu, sakit apa ayahnya? yang dikeluhkan apa,” tanya Wali Kota Risma sembari bersalaman dengan istri almarhum.
Istri almarhum, Endang Sumarni, langsung menceritakan kronologi sebelum suaminya meninggal. Dalam waktu satu hari, almarhum berpindah di tiga rumah sakit, setelah mengeluh sakit usai kejatuhan meja di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Jumat (26/4). Kemudian almarhum Sukardji dibawa ke RS PHC dan dirujuk ke RS Airlangga hingga meninggal dunia.
Risma juga bertanya terkait kondisi anak-anak almarhum. Seketika itu, anak ketiga almarhum Sutardji, Rahmad Dhani, menceritakan kondisinya yang tidak dapat menuntaskan sekolah jenjang strata satu akibat minim biaya. Kini Rahmad lebih memilih untuk berdagang. Mendengar hal tersebut, Wali Kota Risma langsung menawarkan kepada Rahmad untuk bergabung dalam binaan Pejuang Muda, agar usahanya itu bisa lebih berkembang.









