Buka bersama yang digelar Polresta Sidoarjo juga diselingi pemberian bingkisan.
"Jangan sampai ketika tidak ada polisi, kalian enggak mau pakai helm. Ingat, polisi hanya mengingatkan saja. Kecelakaan lalu lintas merupakan perenggut nyawa nomer satu di Indonesia. Saat ada kecelakaan, polisi hanya menerima laporan, yang sedih tetap keluarga kita, istri kita, anak-anak kita," terangnya.
Kedua, bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri saat ada pelaku tindak kriminal. Terutama penyakit masyarakat. Ia meminta agar masyarakat turut serta membantu mencegah adanya penyakit masyarakat yang ada disekelilingnya.
"75 persen tahanan yang ada merupakan tahanan narkoba. Mari kita sama-sama mencegah, jangan sampai keluarga kita juga terkena narkoba. Kita bisa mendekatkan diri sama yang kuasa, dan tahu bagaimana bahaya narkoba. Sehingga keluarga kita terhindar dari hal hal semacam itu," tandasnya.
Senada disampaikan Kapolsek Kota Sidoarjo, Kompol Supiyan. Menurutnya, pasca pesta demokrasi yang sudah berjalan ini, maka sudah semestinya warga masyarakat dan polisi sama-sama saling merajut keakraban. Terlebih di bulan suci Ramadan.
"Mari kita ciptakan suasana kondusif aman dan nyaman di masyarakat. Pesta demokrasi sudah usai. Mari kita perbanyak beribadah dibulan suci Ramadan ini semoga diberi keberkahan sama yang maha kuasa," singkatnya. (cat)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




