Buka bersama yang digelar Polresta Sidoarjo juga diselingi pemberian bingkisan.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Polresta Sidoarjo menggelar buka bersama masyarakat Sidoarjo di kawasan Gelora Delta Sidoarjo, Kamis (23/5). Buka bersama bertujuan untuk mendekatkan diri dan menjalin keakraban bersama masyarakat di bulan suci Ramadhan.
Buka bersama dihadiri langsung Wakapolresta Sidoarjo AKBP Anggi Nauli Siregar. Dalam sambutannya, ia mengatakan buka puasa bersama warga masyarakat tak lain untuk menjalin silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.
BACA JUGA:
- 35 Siswa SD di Sidoarjo Dapat Pelatihan Jadi Polisi Cilik untuk Lomba Polda Jatim
- Polresta Sidoarjo Amankan Truk Gandeng yang Tabrak Mahasiswi hingga Tewas di Buduran
- Polisi Sahabat Anak, Satlantas Polresta Sidoarjo Kenalkan Tertib Lalu Lintas Sejak Dini
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
"Jika masyarakat kebanyakan beranggapan bahwa polisi itu galak, begini dan begitu, di sisi lain, polisi juga masyarakat, dan masyarakat juga bisa menjadi polisi, terutama polisi bagi dirinya sendiri," ujar Wakapolresta Sidoarjo AKBP Anggi Nauli Siregar, Kamis, (23/5)
Menurutnya, menangkap maling, menangkap bandar, dan lain lain merupakan tugas utama polisi untuk menciptakan ketenangan di masyarakat. Di samping itu, polisi juga punya sikap pre-emtif yakni mendekatkan diri kepada masyarakat.
"Kita juga mau ngobrol-ngobrol, makan, dan bercengkerama dengan masyarakat. Harapannya masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri. Terutama dalam hal tindak kejahatan yang ada di sekitar kita," jelasnya.
Ia mengibaratkan saat masyarakat mengendarai sepeda motor, maka harus menggunakan helm, SIM, STNK, dan perlengkapan lainnya. Sebab, hal itu bisa menyelamatkan diri dari marabahaya kecelakaan lalu lintas.
"Jangan sampai ketika tidak ada polisi, kalian enggak mau pakai helm. Ingat, polisi hanya mengingatkan saja. Kecelakaan lalu lintas merupakan perenggut nyawa nomer satu di Indonesia. Saat ada kecelakaan, polisi hanya menerima laporan, yang sedih tetap keluarga kita, istri kita, anak-anak kita," terangnya.
Kedua, bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri saat ada pelaku tindak kriminal. Terutama penyakit masyarakat. Ia meminta agar masyarakat turut serta membantu mencegah adanya penyakit masyarakat yang ada disekelilingnya.
"75 persen tahanan yang ada merupakan tahanan narkoba. Mari kita sama-sama mencegah, jangan sampai keluarga kita juga terkena narkoba. Kita bisa mendekatkan diri sama yang kuasa, dan tahu bagaimana bahaya narkoba. Sehingga keluarga kita terhindar dari hal hal semacam itu," tandasnya.
Senada disampaikan Kapolsek Kota Sidoarjo, Kompol Supiyan. Menurutnya, pasca pesta demokrasi yang sudah berjalan ini, maka sudah semestinya warga masyarakat dan polisi sama-sama saling merajut keakraban. Terlebih di bulan suci Ramadan.
"Mari kita ciptakan suasana kondusif aman dan nyaman di masyarakat. Pesta demokrasi sudah usai. Mari kita perbanyak beribadah dibulan suci Ramadan ini semoga diberi keberkahan sama yang maha kuasa," singkatnya. (cat)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




