“Tujuan inti saya salah satunya adalah pemberdayaan perempuan. Wanita mempunyai peran inti di Surabaya, bukan hanya di kota pemerintahan. Namun beberapa pengendalian diantaranya, lingkungan, kampanye kesehatan, dan program kesejahteraan keluarga,” lanjutnya.
Menurut Wali Kota Risma, salah satu program kesejahteraan keluarga yang dijalankan di Kota Surabaya adalah Pahlawan Eknomi yang berasal dari ibu rumah tangga. Mereka belajar bagaimana mengolah makanan dan minuman, kerajinan tangan (handycraft). Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana mengemas dan memasarkan dengan era saat ini. Dari program tersebut, menurutnya mampu menekan angka kemiskinan di Kota Surabaya.
“Tahun 2010 angka kemiskinan di Kota Surabaya mencapai 35 persen. Saat ini hanya 5 persen,” imbuhnya.
Sebelum acara dimulai, Wali Kota Risma disambut oleh para tamu undangan dari Singapura. Satu per satu tamu undangan meminta foto bersama terlebih dahulu. Beberapa media Singapura juga melakukan wawancara dengan Wali Kota Risma terkait keberhasilannya dalam membangun Kota Surabaya.









