Sementara Emil dalam orasinya, memompa semangat para mahasiswa untuk menjadi agent of change (agen perubahan) di tengah masyarakat. Sebab, para mahasiswa adalah orang-orang pilihan yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa kemajuan bangsa.
Emil lantas mencontohkan Mark Zuckerberg, pemilik dan pendiri Facebook (FB). Menurutnya, jika Mark lahir di keluarga tidak mampu, mungkin waktunya akan habis untuk bekerja mencari nafkah. Bukan membuat program atau programming dan menemukan FB.
Namun karena dia memiliki waktu, dirinya bisa melakukan programming dan akhirnya membuat FB. "Artinya tidak ada dari kita yang hebat sendiri, kita ditolong oleh keadaan kita masing-masing. Jadi jangan pernah lupa bersyukur," ucapnya.
"Kita di sini karena ada orang tua kita yang mendukung. Kita punya kesehatan, kesempatan, kemampuan, maka sudah menjadi tugas kita untuk give back kepada masyarakat,” sambungnya.










