Di Forum UCLG ASPAC Filipina, Wali Kota Risma Paparkan Manajemen Risiko Bencana

“Bapak-ibu, bencana telah merenggut nyawa dan menyebabkan kerusakan besar pada kota dan komunitas kami. Bagi saya, melindungi rakyat adalah hal yang paling penting dan ingin saya wujudkan dalam program kegiatan UCLG Aspac ini,” kata Wali Kota Risma di sela-sela sambutannya di Mekati City, Filipina, Kamis (5/9/2019).

Ia menjelaskan, program tersebut bisa ditempuh. Ia mengaku sudah membuktikannya di Kota Surabaya yang terletak 5 meter di atas permukaan laut. Pada tahun 2010, banjir di wilayah Surabaya mencapai 50 persen. “Tahun ini, dengan berbagai inisiatif, kami berhasil mengurangi banjir hingga tersisa 2 persen saja,” lanjut dia.

Keberhasilan itu diungkapkan Wali Kota Risma dengan menjelaskan terobosan apa saja yang telah dilakukannya. Mulai dari pembuatan reservoir atau bozem yang berfungsi sebagai penampung air hujan dan menjadi cadangan saat musim kemarau. “Kemudian kami merevitalisasi sungai, membuat hijau tepi sungai dan berbagai penghijauan lainnya,” katanya.

Menurutnya, upaya internasional seperti Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030 ini adalah langkah penting menuju komitmen dan tindakan yang lebih kuat. Oleh karena itu, Wali Kota Risma menegaskan agenda global ini terutama ditujukan tingkat nasional dan pemerintah daerah. “Kita berada di garis terdepan dalam pelaksanaannya,” imbuh dia.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Di Forum UCLG ASPAC Filipina, Wali Kota Risma Paparkan Manajemen Risiko Bencana - Halaman 2