Menurut polisi, keracunan pertama adalah ibu mertua Thomas, yang meninggal pada 2002 setelah makan sup daging kambing.
Pada 2008, ayah mertuanya meninggal, diikuti suaminya pada 2011, yang menurut polisi meninggal setelah makan nasi dan kari. Autopsi yang dilakukan pada tubuh korban mengonfirmasi adanya zat beracun di perut. Tetapi polisi memperlakukan kematiannya sebagai bunuh diri.
Kemudian, paman suami Thomas juga ikut dibunuh dengan cara diberi kopi yang diduga dibubuhi sianida. Kabarnya, paman suami Thomas dibunuh karena ia bersikeras meminta postmortem dilakukan pada keponakannya.
Pada tahun 2014, polisi mengatakan Thomas membunuh putrinya yang berumur dua tahun. Kemudian, Scaria Shaju, istri sepupunya juga ikut dibunuh pada 2016.










