"Ya karena mengurangi ketergantungan impor crude dan produk," ungkap Nicke saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi proyek Grassroot Refinery (GRR) Kilang Tuban, Sabtu (30/11).
Ia menjelaskan, setelah penetapan lokasi, Pertamina bergerak cepat untuk menyelesaikan persiapan lahan. Termasuk menjalankan kesepakatan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, di antaranya penyiapan tenaga kerja lokal.
"Pertamina pro aktif membangun kemampuan dan keahlian tenaga kerja lokal. Selain telah menyerap 271 pekerja lokal, saat ini Pertamina juga telah memberikan beasiswa kepada 21 orang lulusan terbaik SMA/SMK di wilayah sekitar untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu," terangnya.
Pertamina berharap, nantinya para siswa tersebut bisa memiliki keahlian khusus (skilled) agar bisa bergabung di Proyek Kilang Tuban. Baik menjadi tulang punggung pada saat pembangunan, maupun operasional kilang nanti. Melalui hal tersebut, Pertamina sekaligus mematahkan stigma bahwa putra daerah yang direkrut ke sebuah industri adalah tenaga kerja non-skilled.










