Gumpalan asap hitam akibat kebakaran di kilang TPPI.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kilang PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, dikabarkan terbakar pada siang tadi sekira pukul 11.30 WIB, Kamis (16/10/2025).
Kebakaran tersebut sempat membuat warga yang tinggal di sekitar lokasi kilang panik dan mengungsi ke area aman di Pantai Panduri.
BACA JUGA:
- Kabel Fiber Optik Semrawut di Tuban, Dewan Dorong Perda Utilitas
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
Insiden kebakaran itu diawali dengan suara ledakan keras yang disusul kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi dari dalam kawasan pabrik.
"Awalnya terdengar ledakan keras, terus muncul api dan asap hitam. Karena panik, kami warga langsung lari mengungsi ke Pantai Panduri," ujar Hanafi (51), warga Desa Tasikharjo.
Menurut Hanafi, warga khawatir asap yang menyelimuti permukiman mengandung zat beracun karena pabrik TPPI diketahui mengolah bahan-bahan kimia.
"Saya yakin asap itu beracun. Karena ini pabrik kimia, jadi saya ajak warga untuk segera mengungsi," tambahnya.
Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, menyesalkan sikap manajemen perusahaan menurutnya kurang sigap memberikan peringatan kepada warga sekitar.
"Seharusnya perusahaan memberi peringatan awal ke warga agar bisa mengambil langkah antisipasi. Tapi ini tidak ada pemberitahuan sama sekali, akhirnya warga kocar-kacir menyelamatkan diri," ujar Damuri.
Diungkapkan Damuri, akibat insiden ini sejumlah warganya mengalami trauma dan ketakutan. Sebab, mereka mengira asap yang mengepung desa mengandung bahan berbahaya.






