JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pelaksanaan pembahasan dan tindak lanjut Hak Angket DPRD kepada Bupati Jember Faida, terkendala dengan ketiadaan anggaran di lembaga parlemen. Namun sebagai sebuah komitmen kuat untuk mencari jawaban atas segala persoalan yang nantinya akan ditanyakan kepada pihak eksekutif, Panitia Hak Angket mengaku siap merogoh kocek pribadi.
Wakil Ketua Panitia Angket DPRD Jember Siswono menegaskan, upaya menyelidiki dugaan pelanggaran kebijakan bupati tidak akan terhenti. Menurutnya, 50 anggota DPRD sudah disumpah untuk menjalankan tugas apapun kondisinya.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
"Gak penting. Gak kiro ngentekno sawah sak hektare (Tidak bakal menghabiskan sawah satu hektare)," ucapnya kepada sejumlah wartawan usai salat di masjid Kemenag Jember, Jumat (3/1).
Pernyataan itu untuk menanggapi jika suatu waktu panitia angket membutuhkan anggaran dalam kegiatan rapat ataupun perjalanan mendapatkan data.
"Anggaran gak penting. Yang penting semangat berpikir, semangat meluangkan waktu, semangat tenaga. Yang penting angket jalan, yang lain tidak penting," tegas legislator Partai Gerindra ini.
Bagi Siswono, mengangket Bupati Faida adalah panggilan tugas lembaga parlemen yang berkewajiban mengawasi kinerja eksekutif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




