Pemkab Jember Siapkan Perluasan Insentif Keagamaan 2026, Ketua Pengajian Masuk Daftar Penerima

Pemkab Jember Siapkan Perluasan Insentif Keagamaan 2026, Ketua Pengajian Masuk Daftar Penerima Bupati Jember saat memberi keterangan ke awak media.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab  Jember memastikan akan memperluas cakupan penerima insentif keagamaan mulai tahun depan.

Tidak hanya para guru ngaji, ketua kelompok pengajian juga akan mendapatkan bantuan serupa, namun dengan aturan ketat untuk mencegah adanya penerima ganda.

Langkah ini menandai perubahan dari kebijakan sebelumnya yang hanya berfokus pada pemberian insentif kepada para guru ngaji. Tahun depan, pemerintah daerah berencana menambahkan ketua pengajian sebagai kelompok penerima baru.

“Insyaallah tahun depan semua ketua pengajian akan kami beri insentif,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, dalam pertemuan bersama tokoh agama dan para penggerak majelis taklim, Minggu (30/11/2025).

Selama ini, Pemkab Jember telah menyalurkan bantuan kepada kurang lebih 22 ribu guru ngaji, masing-masing mendapatkan insentif sebesar Rp1,5 juta.

Program tersebut dinilai membantu memperkuat posisi para pendidik agama dalam mendampingi masyarakat di bidang moral dan spiritual.

Kendati demikian, Gus Fawait menekankan bahwa perluasan bantuan harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia menjelaskan, pemerintah daerah mengacu pada aturan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang melarang satu orang menerima dua jenis insentif sekaligus.

“Kalau ada yang merangkap sebagai guru ngaji dan ketua pengajian, tidak boleh menerima dua-duanya. Harus memilih salah satu,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti kontribusi besar guru ngaji dan ketua majelis taklim dalam menjaga keharmonisan sosial warga.

Gus Fawait menyatakan, peran guru ngaji telah hadir sejak masa sebelum kemerdekaan untuk mengajarkan Alquran, sementara ketua pengajian memainkan peran penting dalam mendampingi jamaah, terutama para ibu rumah tangga yang membutuhkan ruang untuk menenangkan diri dari persoalan sehari-hari.

“Ketua pengajian itu luar biasa. Mereka mendampingi ibu-ibu yang butuh ketenangan dari masalah rumah, harga kebutuhan pokok naik, dan sebagainya. Pengajian jadi tempat mereka menenangkan diri,” tuturnya.

Pemkab Jember berharap, dengan memperluas program ini, kesejahteraan para pendidik dan pembina keagamaan dapat meningkat sehingga mereka tetap semangat menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat. (ngga/yud/mar)