Ilustrasi
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Bagi sebagian ibu rumah tangga maupun pelaku usaha katering, bulan Ramadan kerap menghadirkan dilema di dapur, yakni apakah mencicipi masakan saat berpuasa diperbolehkan atau justru membatalkan puasa.
Pertanyaan ini sering muncul karena banyak orang khawatir puasa menjadi batal ketika harus memastikan rasa masakan sebelum disajikan.
Menanggapi hal tersebut, Buya Yahya memberikan penjelasan yang menenangkan sekaligus solusi praktis agar kualitas masakan tetap terjaga tanpa mengganggu ibadah puasa.
Secara fikih, banyak ulama menyatakan bahwa mencicipi makanan diperbolehkan dan tidak membatalkan puasa, dengan syarat makanan tersebut tidak sampai tertelan.
Mencicipi yang dimaksud adalah meletakkan sedikit makanan di ujung lidah untuk mengenali rasanya, seperti asin, manis, atau gurih, lalu segera dikeluarkan kembali.
Selama tidak ada bagian makanan yang masuk ke tenggorokan, puasa tetap dinilai sah.
Meski demikian, aktivitas mencicipi sebaiknya tetap diminimalkan agar lebih berhati-hati dalam menjaga puasa.
Buya Yahya juga memberikan sejumlah saran agar seseorang tetap bisa memastikan rasa masakan tanpa harus sering mencicipinya.
Salah satunya adalah memanfaatkan pengalaman dan insting saat memasak. Bagi orang yang sudah terbiasa di dapur, biasanya sudah memahami takaran bumbu yang tepat untuk porsi tertentu.
Dengan pengalaman tersebut, kekurangan rasa pada masakan masih bisa disesuaikan kembali saat waktu berbuka tiba.
Untuk pelaku usaha katering atau pesanan dalam jumlah besar yang harus dikirim pada pagi hari, proses meracik bumbu atau mencoba resep dapat dilakukan pada malam hari setelah berbuka puasa.
Dengan cara itu, saat pagi hari tiba proses memasak bisa dilakukan menggunakan takaran yang sudah pasti.
Buya Yahya juga mengingatkan agar aktivitas mencicipi tidak dijadikan alasan untuk meninggalkan puasa.
Menurutnya, niat untuk sekadar mencicipi masakan hingga membuat seseorang memutuskan tidak berpuasa merupakan kekeliruan yang harus dihindari.
Ia menambahkan, melayani orang yang berbuka puasa juga merupakan amalan yang bernilai ibadah.
"Insya Allah, jika Anda memasak dengan dibarengi keimanan di dalam hati, masakan tersebut akan terasa jauh lebih lezat. Semoga pesanan makin banyak dan pelanggan makin puas karena keberkahan niat Anda," ujarnya.















