Tampak hadir di acara tersebut perwakilan dari Persebaya Surabaya, Arema FC, Persik Kediri, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, dan Madura United.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gelaran bergengsi Piala Gubenur Jawa Timur bakal mulai kick off hari ini, Senin (10/2/2020), di Gelora Stadion Bangkalan.
Sehari sebelum kompetisi yang sudah lima tahun vakum itu digelar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumpulkan para manager club dan juga supporter tim yang akan berlaga dalam ajang Piala Gubernur Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Persatu Tuban Ditahan Imbang Bumi Wali FC Tanpa Gol di Liga 4 Piala Gubernur Jatim
- Prof Kiai Asep: Gubernur Khofifah Jalankan Pemerintahan Pakai Referensi, Perhitungan dan Hati-Hati
- Jelang Pelantikan, Tes Kesehatan, Khofifah-Emil Sehat
- Usung 2 Inovasi, Jatim Raih Penghargaan Provinsi Terinovatif di IGA 2024
Tampak hadir di acara tersebut perwakilan dari Persebaya Surabaya, Arema FC, Persik Kediri, Persela Lamongan, Bhayangkara FC, dan Madura United.
Selain itu, juga hadir Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan, Sekjen PSSI Ratu Tisha, serta Ketua PSSI Jawa Timur Ahmad Riyadh serta Dir Intelkam Polda Jawa Timur Kombespol Slamet Hariyadi.

Di kesempatan ini Gubernur Khofifah ingin memastikan agar seluruh peserta laga Piala Gubernur terjaga dalam ruang sportivitas yang tinggi.
"Hari ini akan dilakukan kick off untuk Piala Gubernur, pertama saya ingin menyampaikan terima kasih pada Ketua Umum PSSI, Sekjen PSSI, besok beliau juga akan hadir di Bangkalan untuk kick off. Dan tentu saya sampaikan terima kasih pada para manager club dan perwakilan supporter yang hadir, kami mohon doa mudah-mudahan semua lancar dan kita bisa mendapatkan pertandingan yang berkualitas," kata Khofifah.
Di Piala Gubernur yang akan dimulai hari ini hingga tanggal 20 Februari 2020 mendatang, tim terbagi menjadi dua grup. Untuk Grup A terdiri dari Madura United, Persebaya, Persik, Bhayangkara FC. Sedangkan untuk Grup B terdiri dari Arema FC, Persela dan klub undangan dari Persija serta Sabah FC dari Malaysia.
Khofifah menegaskan bahwa loyalitas supporter pada klub idolanya memang bagus dan tetap harus dijaga secara konstruktif. Tanpa dedikasi di antara supporter dan kesebelasan menurutnya pertandingan juga akan terasa hambar.
"Tapi bagaimana kemudian loyalitas dan fanatisme kepada kesebelasan dapat terjaga dengan sifat-sifat yang konstruktif dan saling menghormati itulah yang menjadi PR kita pada hari ini," kata mantan Menteri Sosial itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




