TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban memastikan bahwa 10 warga yang dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dinyatakan negatif atau tidak terpapar virus corona.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Bambang Priyo Utomo, Minggu (22/3). Ia meminta masyarakat tidak risau dan panik terhadap 10 warga berstatus ODP tersebut.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
Pasalnya, mereka semua sudah menjalani karantina kesehatan sesuai aturan kemenkes. "10 ODP sudah dilab dan hasilnya negatif. Masyarakat hanya perlu selalu menjaga pola hidup sehat dan bersih, serta menghindari kerumunan massa," imbau Bambang.
Sementara itu, 10 ODP itu merupakan 3 warga Tuban dari Wuhan, China yang sudah dikarantina di Pulau Natuna. Kemudian, 5 orang lagi pernah berada di Kapal Pesiar Diamond Princes, dan terakhir 2 orang yang baru saja bepergian ke luar negeri. Dari 10 ODP tersebut tersebar dari berbagai wilayah di Kabupaten Tuban.
"Tapi 10 ODP itu sudah menjalani proses lab dan dinyatakan aman," ucap kadinkes.
Di sisi lain, saat ini ada 1 warga Tuban yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Satu pasien ini sekarang berada di ruang isolasi RSUD Dr. Koesma Tuban di Graha Arya Tejo.
Ia sementara diisolasi dan mendapatkan perawatan oleh pihak medis. Menurut riwayatnya, pasien ini masuk kategori PDP karena baru pulang dari umrah.
"Ya sudah diisolasi di Koesma, lab belum keluar. Semoga negatif, terus pasien pulang," tambah mantan kepala Puskesmas Tambakboyo ini. (gun/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




