"Kondisi ini mulai dirasakan pada awal Maret ini, tepatnya sejak diumumkannya oleh pemerintah bahwa di Indonesia sudah ada pasien terjangkit Corona," kata pria yang akrab dipanggil Andra ini saat dikonfirmasi di hotelnya, Rabu (25/3/2020).

Andra menjelaskan, sejak awal Maret pihaknya sulit untuk menembus jumlah okupansi 30%. "Apalagi dalam kondisi beberapa minggu terakhir ini, bisa menembus okupansi 20% sudah sangat bersyukur. Kamar hotel yang diisi paling banyak hanya 7, bahkan hari ini hanya 1 kamar," ungkapnya.
Untuk itu, demi menekan biaya operasional, pihaknya hanya membuka 2 lantai kamar hotel yang terdiri dari 25 kamar. "Kami juga menerapkan penggunaan AC dengan durasi tertentu. Bahkan karyawan kami juga kami imbau mengambil cuti. Apapun upayanya, untuk menekan operasional di tengah kondisi lesunya industri perhotelan," ulasnya.










