GALI POTENSI: Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengunjungi usaha konveksi di Desa Semambung Jabon, Rabu (22/4). foto: ist
Agar usaha konveksi tersebut terus berkembang, pemerintah perlu memfasilitasi pemasaran produknya. Kata BHS, jika dirinya diberi amanah sebagai Bupati Sidoarjo, bakal menyiapkan sentral market untuk produk-produk UMKM di Sidoarjo, termasuk produk usaha konveksi di Desa Semambung tersebut. "Sehingga produksinya lebih tinggi lagi," urai BHS.
Kunjungan BHS ke usaha konveksi di Desa Semambung Jabon ini dilakukan di sela aksi sosial menyemprotkan disinfektan guna mencegah meluasnya wabah Covid-19. Di desa tersebut, tim BHS juga membagikan masker kepada warga setempat.
Anggota DPRD Sidoarjo Warih Andono mengatakan, usaha konveksi tersebut seharusnya mendapatkan perhatian dari Pemkab Sidoarjo. Bentuknya berupa bantuan permodalan hingga fasilitasi pemasaran. "UMKM di desa ini harus dikembangkan melalui program pembinaan berkala dan kontinyu," kata Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo ini saat mendampingi BHS.
Pemilik usaha konveksi Al Mubarok, Said Ridho mengaku dulunya banyak warga Desa Semambung memiliki usaha konveksi dan bordir. Namun kini sudah gulung tikar akibat kalang bersaing dengan konveksi dari Bandung Jawa Barat. "Kalau tidak diselingi membuat seragam, mungkin saya juga sudah gulung tikar," ungkap Said Ridho.
Said mengakui selama ini memanfaatkan pinjaman komersial dari bank untuk mendukung usahanya dan belum memanfaatkan KUR. Hal itu karena faktor ketidaktahuan. Dengan kunjungan BHS tersebut, Said menyatakan menjadi motivasi untuk mengembangkan usahanya lebih maju. "Kami sekarang terdorong untuk terus mengembangkan usaha konveksi ini," cetus Said. (sta/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




