Menurut Singgih, berdasarkan penuturan De, sejak 4 orang keluarganya meninggal, 5 anggota keluarga yang ada harus melakukan isolasi mandiri. Baru kemarin (4/6), pihak Puskesmas Mojo mendatangi keluarganya untuk melakukan swab. Namun, swab tersebut hanya meng-cover 3 anggota keluarga. Yakni kakak kandung De, kakak iparnya, dan keponakannya yang masih berumur 2 tahun.
"Dari sana, dr. Romdoni mengupayakan swab ke RS Unair, namun ternyata masih tutup karena masih menyelesaikan sampel yang tersisa. RS Unair baru membuka kembali pelayanan swab mulai Sabtu (6/6) besok. Akhirnya dr. Romdoni mengupayakan swab di RSUD dr. Soetomo, yang kemudian didisposisi oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bahkan dalam suratnya, gubernur juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga De," terangnya.
De dan keponakannya yang berumur 4 tahun pun akhirnya langsung menjalani swab test di RSUD dr. Soetomo, Jumat (5/6) pagi tadi.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE.com (4/6/2020), perempuan berinisial De, warga Gubeng Kertajaya IX G kehilangan empat anggota keluarganya, yaitu mama, papa, kakak kandung, dan keponakannya. Mereka diguga terpapar Covid-19.










