Tanya-Jawab Islam: Menjawab Salawat atau Tetap Membaca Al-Qur’an?

Jawaban:

Hal yang Saudara tanyakan itu terkait dengan hadis yang pernah dilaporkan oleh Sayyidina Ali bahwa Rasul bersabda: “Orang yang bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku (Rasul), ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku”. (Hr. Turmudzi: 1403).

Hadis ini telah dinilai oleh Imam Abu Isa dengan predikat hasan (baik), shahih (benar). Artinya derajat hadis ini terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama ahli hadis, bahwa hadis ini ada yang menilai hasan (baik), ada juga yang menilai shahih (benar), dan tidak ada yang menganggap hadis ini lemah atau palsu.

Pada redaksi hadis di atas, ketika disebut nama Rasul, -baik sekali, dua kali, atau berkali-kali- tidak disebutkan berapa kali jumlahnya, kita diperintahkan untuk membaca salawat kepada Rasul -baik sekali, dua kali, atau berkali-kali- juga tidak disebutkan jumlahnya. Artinya perintah Rasul itu mutlaq, tidak dibatasi dengan jumlah berapa nama Rasul disebut dan jumlah berapa kali bersalawat.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: