Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci meningkatkan kapasitas produksi botol air Zamzam untuk didistribusikan kepada para peziarah. Tidak ada lagi tempat minum dingin yang bertebaran di Masjidil Haram. (SPA)
BANGSAONLINE.com – Ada yang berbeda untuk haji tahun ini. Jika pada musim haji sebelum-sebelumnya, jemaah haji bis meminum air zam-zam dengan gelas, dan itu pun lokasinya bertebaran di masjidil Haram, kini, jemaah haji, hanya boleh meminum air zam-zam dari botol.
Persiapan akhir kesehatan dan keselamatan telah dibuat untuk menerima jemaah haji di Mekah sejalan dengan langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit coronavirus (COVID-19).
BACA JUGA:
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
- 423 Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi Disiapkan Layani Jemaah di Madinah dan Bandara
Persiapan protokol kesehatan yang telah disiapkan antara lain, klinik keliling, botol air Zamzam sekali pakai, dan kontrol pergerakan yang diberlakukan oleh otoritas Saudi.
Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci juga telah merancang dan memasang jalur untuk mengarahkan aliran jamaah di Masjid al-Haram. Pintu masuk dan pintu keluar disiapkan khusus untuk mencegah keramaian dan membatasi pergerakan jamaah.
Rencana keselamatan disusun dalam kolaborasi antara kepresidenan, Kementerian Haji dan Umrah, dan otoritas keamanan.
Kepresidenan juga telah meningkatkan kapasitas produksi botol air Zamzam untuk dibagikan kepada para peziarah. Botol-botol tersebut dibersihkan, diamankan, dan diproduksi untuk sekali pakai.






