Menakar Kekuatan QA dan Niat Kuasai 356 Desa dan Kelurahan untuk Menangi Pilbup Gresik

Menakar Kekuatan QA dan Niat Kuasai 356 Desa dan Kelurahan untuk Menangi Pilbup Gresik M. Syuhud Almanfaluty.

Di antaranya, bagaimana paslon bisa meyakinkan pendukungnya untuk hadir ke TPS, dan bagaimana KPU selaku penyelenggara bisa menggelorakan semangat agar pemilih datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilihnya.

Berkaca dari pesta demokrasi sebelumnya, baik Pilpres, Pilbup, maupun Pilkada Gresik, angka kehadiran pemilih hingga 80 persen dari hak pilih saat coblosan, sangat berat. Rata-rata, partisipasi pemilih akan berada di kisaran angka 70-80 persen.

Taruhlah, penulis mengambil sampling kehadiaran pemilih nanti 70 persen atau kisaran kurang dari 700 ribu. Maka, pasangan QA dan Niat untuk bisa memenangkan pertarungan di Pilkada Gresik 2020, minimal harus meraih 400 ribu suara pemilih sah.

Sebab, bisa dipastikan dari 700 ribu pemilih akan banyak suara yang tak sah. Nah, sekarang bagaimana pasangan QA maupun Niat bisa meraih simpati pemilih di 356 desa se-Kabupaten Gresik?

Semua bergantung pada kekuatan mereka mengambil simpati masyarakat pemilih di 356 desa dan kelurahan. Baik kekuatan mapping dukungan massa pemilih, tim pemenangan yang direkrut, dan juga tak kalah penting kekuatan finansial (uang).

Dengan begitu, takaran untuk memenangkan Pilkada gampang. Yakni, bagaimana mereka bisa meraih kemenangan di masing-masing desa dan kelurahan.

Lalu siapa di antara pasangan QA dan Niat yang bisa membuktikan kekuatannya untuk memenangi perebutan suara pemilih di 356 desa dan kelurahan pada coblosan Pilkada 9 Desember 2020? Wallahua'lam bisshawab!

(Penulis adalah Ketua Komunitas Wartawan Gresik (KWG), Wartawan HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com yang bertugas di Gresik).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO