Polisi saat melakukan TKP di lokasi kejadian.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kecelakaan kereta api Sritanjung No. 320 dengan Toyota Kijang LGX nopol L 1197 KA terjadi di perlintasan kereta api berpalang pintu, Senin (17/8). Kecelakaan terjadi diduga akibat penjaga palang pintu lalai.
Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistiyono mengatakan, setelah pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi, bahwa ternyata kereta api jurusan Jogja-Surabaya itu sudah membunyikan bel.
BACA JUGA:
- Brio Diduga Masuk Jalur Lawan, Tabrakan Beruntun di Balongbendo Sidoarjo Tewaskan 2 Pemotor
- Tabrak Tossa, Bus Bagong Alami Kecelakaan Karambol di Krian Sidoarjo, 3 Orang Alami Luka
- Truk Kontainer Terguling di Arteri Siring-Porong, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Total
- Motor Terseruduk Truk Molen di Perempatan Gedangan, Dua Anak Jadi Korban MD
"Dari keterangan saksi, dengan jarak 100 meter sebelum tempat kejadian perkara, kereta api membunyikan bel," kata Sugeng.
Namun palang pintu kondisinya tidak tertutup, sehingga pengemudi mobil Toyota Kijang LGX terus melaju. "Mobil sudah terlanjur berada di tengah dan tertabrak kereta api tepat di body belakang sebelah kiri," terangnya.

Mobil yang berpenumpang lima orang keluarga meliputi suami, istri, dan tiga anak tersebut, terlempar sejauh kurang lebih 27 meter akibat kerasnya benturan. "Tiga orang meninggal dunia dan dua penumpang selamat," katanya.
Tiga orang yang meninggal itu di antaranya Mahendra Wicaksono (39), warga Jojoran 3A, Blok 2/2B RT 14 RW 12, Desa Mojo, Gubeng, Surabaya. Nina Pramudianasari (38), dan Azam (4) seorang anak.
"Dua anak yang selamat inisialnya A usianya tiga tahun dan A usianya delapan tahun. Ketiga jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Siti Khodijah, Taman," pungkas Sugeng. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




