Jumat, 30 Oktober 2020 09:17

​BEM Unair Tuntut Pilkada Diundur, dan Siap Galang Aksi Massa ke KPU

Senin, 21 September 2020 21:52 WIB
Editor: Choirul
​BEM Unair Tuntut Pilkada Diundur, dan Siap Galang Aksi Massa ke KPU
Menko Pergerakan BEM Unair, Muhammad Abdul Chaq, dan Presiden BEM Unair Agung Tri Putra. foto: BARELVI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga menyuarakan tuntutan agar Pilkada setentak diundur, dikarenakan situasi pandemi belum berakhir, Instrumen Hukum yang masih bermasalah, dan kurangnya komitmen mematuhi protokol kesehatan.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Pergerakan BEM Unair, Muhammad Abdul Chaq, mendampingi Presiden BEM Unair Agung Tri Putra, dalam jumpa pers, usai acara webinar "Politics Then and Now in Surabaya."

BEM Univesitas Airlangga mendesak pemerintah Pusat, KPU, dan DPR untuk menunda pilkada serentak, jika laju Pandemi Covid-19 masih belum teratasi. BEM Unair menuding, KPU dan DPR masih belum memperbaiki pasal-pasal bermasalah yang berpotensi mengakibatkan adanya kerancuan dalam pelaksanaan Pilkada, serta berimbas pada peningkatan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia.

"Jika tuntutan kami tidak diindahkan, pihak BEM akan menggalang aksi massa, dengan tuntutan yang sama ke kantor KPU," ancam dia.

Dia membeber, "Pada masa pendaftaran Bapaslon hingga 6 September lalu, Bawaslu mencatat terdapat 243 pelanggaran terhadap protokol kesehatan. Antara lain, kerumunan arak-arakan pendukung, tidak menjaga jarak, dan tidak melampirkan hasil swab saat mendaftar. Seharusnya Bapaslon memberi contoh yang baik."

Di sisi lain, BEM Unair akan membentuk relawan Independen di luar Bawaslu dan KPU untuk mengawasi pilkada.

"Jika dirasa mendesak, kami akan membuat relawan Independen di luar KPU dan Bawaslu, serta mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawasi serangkaian proses pelaksanaan pilkada serentak," tandas dia.

Sementara Presiden BEM Agung Tri Putra mengatakan, telah mempertimbangkan aspek keselamatan dalam pelaksanaan Pilkada serentak. "Per Minggu (20/9) tercatat ada 244.676 terjangkit corona, persebarannya pun relatif merata di semua provinsi," kata dia. "Jika angka terus bertambah, dan pilkada tetap digelar, bisa jadi muncul kluster baru," dia mengingatkan.


Kontributor: Barelvi

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...