Pengurus BWI Kabupaten Probolinggo saat menggelar rapat koordinasi dalam rangka optimalisasi dan evaluasi program kerja. Foto: ANDI SIRAJUDIN/BANGSAONLINE
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi untuk menyusun langkah kerja strategis ke depan, khususnya dalam mendorong transformasi wakaf berbasis digital dan wakaf dalam bentuk uang.
Agenda tersebut juga membahas evaluasi visi dan misi kelembagaan, sinergi dengan Kementerian Agama terkait ikrar wakaf, serta dukungan terhadap program sertifikasi tanah wakaf yang digalakkan oleh Kementerian ATR/BPN.
“BWI itu konteknya di Nazhir, karena yang memberdayakan Nazhir itu kewenangan BWI. Makanya, itu yang kita bahas di Rakor tadi. Bagaimana penguatan dan SDM Nazhir yang baik dalam pengelolaan wakaf,” kata Ketua BWI Kabupaten Probolinggo, KH. Romli Syahir, kepada BANGSAONLINE.com, Senin (10/11/2025).
Pengasuh Ponpes Ulil Albar Brumbungan ini menegaskan, pihaknya menargetkan konsistensi dalam mengupayakan wakaf uang, bahkan menjadikan Kabupaten Probolinggo sebagai pusat percontohan nasional.
“Kita punya program bagaimana ke depan Probolinggo menjadi kota wakaf. Apalagi, saat ini Bupati dan Wakil Bupati sama-sama orang pesantren,” ujarnya.
Disebutkan olehnya, wakaf uang dan digitalisasi wakaf akan menjadi kebijakan prioritas BWI pada tahun 2026. Menurutnya, wakaf uang memiliki fleksibilitas tinggi dan potensi besar, dengan target mencapai Rp500 juta per tahun.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




