Jumat, 04 Desember 2020 11:29

​Berawal dari Gemar Membaca, Kini Budi Miliki Taman Baca yang Terbuka untuk Umum

Jumat, 25 September 2020 09:55 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Muji Harjita
​Berawal dari Gemar Membaca, Kini Budi Miliki Taman Baca yang Terbuka untuk Umum
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kiri) saat menerima pemberian buku jadul dari Budi Santoso di gubuk yang dijadikan semacam perpustakaan. foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Budi Santoso, 50, pemilik taman baca Kampoeng Jadhoel Art, di Dusun Dadapan, Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, adalah sosok yang sangat peduli anak-anak. Dia merelakan rumahnya untuk dijadikan taman baca dan taman bermain bagi anak-anak di lingkungannya.

Budi menceritakan awal mula berdirinya Taman Baca Kampoeng Jadhoel Art, karena memang keinginannya sejak kecil. Budi mengaku sejak dulu, setiap hari dirinya lari ke perpustakaan atau ke taman baca. Waktu istirahat sekolah pun ia habiskan untuk membaca.

"Tapi untuk menyewa buku, saya tidak bisa karena tidak punya uang. Karena tiap hari baca buku di taman baca, yang punya tahu, jadi saya diminta bantu-bantu menata buku di sana. Dari dulu memang hobi baca, jadi kalau punya gubuk pengennya ada taman baca. Akhirnya kesampaian di tahun 2013 saya punya taman baca sendiri," ujar Budi usai menerima kunjungan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Kamis (24/9).

Di tahun 2013, Taman Baca Kampoeng Jadhoel Art mulanya hanya tersedia 30 sampai 40 macam buku. Namun saat ini koleksi buku semakin banyak dan ada kurang lebih 400 macam buku, yang terdiri dari buku anak-anak hingga buku politik. Taman Baca milik Budi ini sering dikunjungi oleh anak-anak sekitar maupun di luar lingkungan Dadapan untuk sekadar membaca buku.

"Pada masa pandemi ini, taman baca juga menyediakan wifi gratis sehingga anak-anak bisa bersekolah daring. Selain itu anak-anak juga diajarkan cara menanam tanaman, membuat batik, membuat kompos, serta diajak membuat dan memainkan permainan tradisional," terang Budi.

Budi Santoso menambahkan bahwa dirinya juga mengajarkan membuat dan memainkan permainan tradisional karena permainan tradisional lebih bagus, agar anak-anak tidak ketergantungan dengan gawai. Di tengah pandemi seperti ini taman baca tetap buka dan setiap yang berkunjung harus mematuhi protokol kesehatan.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat melakukan kunjungan ke Taman Baca Kampoeng Jadhoel Art milik Budi, juga memberikan bantuan 100 buku. Wali Kota Kediri menyempatkan berkeliling untuk melihat beberapa spot yang ada seperti tempat membaca buku dan sekolah daring, gubuk yang berisi barang-barang tempo dulu seperti radio, kaset, dan jam beker. Lalu mengunjungi tanaman-tanaman yang biasa untuk anak-anak belajar menanam, serta ikut melihat anak-anak yang sedang bermain permainan tradisional di halaman luar taman baca.

Sementara, Budi Santoso juga memberikan buku jadul keluaran tahun 1926 tentang hukum dan ekonomi kepada Wali Kota Kediri.

Wali Kota Kediri menilai bahwa taman baca ini merupakan langkah positif yang dilakukan oleh Budi Santoso sebagai pendiri, di mana anak-anak dapat berkembang kreativitas secara bebas di sini.

“Saya harap ini dapat memicu tumbuhnya taman baca yang lain di Kota Kediri,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri itu.

Turut serta dalam kegiatan ini, Plt. Asisten Administrasi Umum Chevy Ning Suyudi, Plt Dinas Arsip dan Perpustakaan Enny Endarjati, dan Kepala Dinas Pendidikan Siswanto. (uji/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim...