Diskominfo Jatim Gandeng Pegiat Medsos, Guna Tunjang Publikasi Pemda

Diskominfo Jatim Gandeng Pegiat Medsos, Guna Tunjang Publikasi Pemda Dari kiri, Alvian pemilik akun instagram Kediri Kuliner, Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim, dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo. (foto: ist.)

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim memandang kehadiran medsos sebagai suatu keniscayaan di erat teknologi informasi yang bekembang dengan sangat pesat. Namun, pihaknya berpesan kepada pengguna medsos untuk bijaksana dan berhati-hati dalam berselancar di dunia maya yang sering kali justru tersandung persoalan hukum.

"Pengguna medsos harus hati-hati cerdas, paham aturan hukum. Karena , dalam diskusinya, mereka sering kali terbawa suasana yang tidak terkendali, cenderung dan masuk pada ruang hukum. Sebagaimana kita ketahui, ada UU ITE yang ancaman hukumannya cukup berat. PWI melihat ini perlu adanya literasi pada pegiat medsos dalam memberikan pemahaman kepada mereka bahwa ketika informasi ke publik harus akurat, berimbang, dan tidak multi tafsir yang dapat mencemarkan orang lain," terang Ainur Rohim.

Direktur Utama Beritajatim.com ini menambahkan, bahwa produk medsos berbeda dengan media mainstream yang dipayungi oleh Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, serta tunduk pada kode etik jurnalistik. Namun menurut pria yang karib dengan sapaan Air ini, pada hakikatnya pegiat medsos tetap menjadi bagian dari anak bangsa yang menjadi tanggung jawab pemerintah dalam upaya memberikan pencerahan.

Hal senada diungkapkan oleh Dosen Ilmu Komunikasi Unair Surabaya, Suko Widodo. Menurutnya, ada problem etik dalam komunikasi di kehadiran medsos. Semuanya dapat berkata bijak dalam memakai medsos, tetapi kenyataanya nilai kebijaksaan yang dimaksud belum ada parameter khusus yang mengukurnya.

"Kode etik itu adalah aturan atau etika pergaulan di masyarakat dalam profesi yang sama. Lalu siapa yang buat? Yang pasti adalah bagian dari pegiat medsos sendiri untuk menjaga profesinya. Lalu titik tekan etika tersebut sangat berkembang. Menurut saya, harus ada usul dari orang yang menjadi korban," jelas Suko Widodo.

Meskipun demikian, Suko tetap menyambut apresiatif langkah Diskominfo Jatim untuk menggandeng medsos dalam upaya menunjang publikasi pemerintah. Menurutnya, kolaborasi yang dilakukan itu bagian dalam upaya membangun sistem demokrasi. (uji/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Hanya Gara-Gara Ngebut, Mobil Diteriaki Maling di Jakarta':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO